MENYABLON KAOS MENGGUNAKAN DTF
Sebagai salah satu syarat
Untuk mengikuti
Uji Kompetensi Keahlian
Oleh :
Nama : Girza Zaki Amrulloh
NIS/NISN :
0082375574
Kelas : XII DKV
KOMPETENSI
KEAHLIAN
DESAINT
KOMUNIKASI VIRTUAL
SMK
N PAGELARAN UTARA
LEMBAR PENGESAHAN
Disusun oleh :
Nama : Girza Zaki Amrulloh
NIS/NISN : 0082375574
Kelas : XII DKV
Tempat PKL : PRINT-SEWU
Siswa tersebut benar
adanya telah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan(PKL.) di PRINTSEWU
selama 4 bulan,
mulai dari 14 Juli 2025 hingga 14 November 2025.
Disahkan
Oleh ;
Pembimbing Kepala Kompetensi Keahlian
Susanto
S.Kom.,Gr.,M.Pd Susanto S.Kom.,Gr.,M.Pd
NIP. 199303092024211009 NIP. 199303092024211009
Mengetahui :
Kepala SMK N PAGELARAN UTARA
Alhadi Nurkhalis Akhyar S.Pd., Gr.
HALAMAN
PENGUJI
LAPORAN
KERJA LAPANGAN
DI
PRINTSEWU
Telah diuji dan
disetujui sebagai laporan PKL
Tanggal :
MENYETUJUI;
Penguji I Penguji II
…………………………… ..…………………….........
DAFTAR ISI
SAMPUL DEPAN/SAMPUL JUDUL....................................
HALAMAN PENGUJI........................................................................
LEMBAR PENGESAHAN.....................................................
DAFTAR ISI..........................................................................
KATA PENGANTAR.............................................................
BAB I. PENDAHULUAN.......................................................
1.1. Latar Belakang..........................................................................
1.2. Tujuan
PKL...............................................................................
1.3. Waktu
dan Tempat Pelaksanaan................................................
1.4. Batasan
Masalah........................................................................
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA.............................................
BAB III. GAMBARAN UMUM INDUSTRI..........................
2.1. Profil
Industri/Perusahaan.........................................................
2.2. Letak
Geografis.........................................................................
2.3. Struktur
Organisasi....................................................................
2.4. Tata
Letak Industri (Layout Industri)........................................
BAB IV. PEMBAHASAN.......................................................
3.1. Komponen Utama (Sesuaikan dengan
Judul)............................
3.2. Peralatan
Kerja..........................................................................
3.3. Langkah
- Langkah Kerja.................................................
BAB V. PENUTUP.................................................................
4.1. Kesimpulan................................................................................
4.2. Saran..........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..............................................................
LAMPIRAN...........................................................................
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah atas ke hadirat
ALLAH SWT. Yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, Sehingga penulis dapat mengikuti
kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan menyelesaikan “LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) DI
PRINT-SEWU” dengan baik.
Dalam menyelesaikan laporan ini, tidak terlepas dari
bimbingan semua pihak. Untuk itu
penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu dalam menyelesaikan laporan in, terutama kepada :
1.
Terima kasih kepada Allah Swt. yang selalu mendukung
dan membantu jalannya praktik kerja lapangan ( PKL ) ini menjadi lebih baik.
2.
Yth. Bapak Alhadi Nurkhalis Akhyar S.Pd., Gr selaku
PLT / kepala sekolah Smkn Pagelaran Utara.
3.
Yth. Bapak Susanto S.kom., Gr.,
selaku guru pembimbing praktik kerja lapangan ( PKL).
4.
Yth, Solihin Satria Jati Wibowo S.Kom selaku kepala
toko print-sewu
5.
Yth, Bapak / Ibu dirumah yang selalu mendukung
jalannya kegiatan selama praktik kerja lapangan ( PKL ).
6.
Terima kasih untuk teman - teman yang sudah membantu
dan menolong, selama berjalannya kegiatan praktik kerja lapangan ( PKL ) ini.
.
Fajar Mulya, 10 Oktober 2025
Penulis :
Girza Zaki Amrulloh
BAB I
PENDAHULUAN
Menjelaskan
pentingnya Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai jembatan teori dan praktik di
dunia industri.
Menjelaskan
perkembangan industri clothing dan sablon kaos di Indonesia yang menuntut
kualitas dan efisiensi.
Menyebutkan
alasan pemilihan lokasi PKL ( Printsewu ) sebagai tempat untuk mempelajari
teknik sablon secara mendalam (misalnya: sablon manual tinta rubber dan
plastisol).
1.2 Tujuan Pelaksanaan PKL
Meningkatkan
keterampilan praktik dalam seluruh tahapan proses menyablon kaos, mulai dari
pra-cetak hingga finishing.
Menganalisis
dan memahami prosedur operasional standar (POS) yang diterapkan oleh Printsewu
( Raput Creativa ) .
Mengidentifikasi
jenis-jenis cacat (defect) pada hasil sablon dan upaya pengendalian kualitas
yang dilakukan.
Memenuhi
salah satu syarat kelulusan/kurikulum pendidikan ( SMKN PAGELARAN UTARA ).
1.3 Waktu dan Tempat
Pelaksanaan
Senin, 14 juni 2025, dan selesai pada hari Jum'at, 14 November 2025, Di Print-Sewu Waktu pelaksaan praktek kerja lapangan ( PKL
), jatuh pada hari Sabtu.
1.4 Batasan Masalah
Bagi Penulis:
Memperoleh pengalaman kerja nyata, mengaplikasikan teori, dan meningkatkan
kompetensi teknis menyablon.
Bagi
Perusahaan ( Prinsewu Printing ): Memberikan masukan konstruktif dan bantuan
tenaga kerja selama periode PKL.
Bagi Sekolah:
Sebagai bahan evaluasi kurikulum dan referensi bagi mahasiswa/siswa berikutnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
PRINT-SEWU merupakan industri yang bergerak di Bidang Digital Printing Bertempat di jalan imam Bonjol depan Pasar Baru Pajaresuk Pringsewu. Sebagai sebuah industri yang bergerak bidang percetakan Printsewu memusatkan perhatian pada pasar lokal di kota pringsewu dan sekitamya Selain itu, lebih luas PRINTSEWU memiliki target pasar ke seluruh penjuru provinsi Lampung.
Tanggal 16 April 2017 menjadi awal tercetusnya nama Percetakan Print-sewu. Penggunaan nama PRINT yang berarti cetak dan SEWU yang berarti seribu merupakan sebuah doa bahwasanya percetakan ini kelak akan menghasilkan banyak cetakan dan pundipundi rupiah.
Print-sewu juga sangat dekat dangan nama kota dakat Pringsewu. Penamaan tersebut sengaja dipilih agar orang mudahmengingat percetakan ini. Latar belakang terbentuknya Print-sewu diantaranya, keterbutuhan masyarakat akan percetakan yang murah tapi berkualitas, sehingga tujuan utama dibentuknya percetakan ini adalah untuk mensejahterakan semua stake holder yang terlibat didalam-nya.
Printsewu juga memiliki motto “terbaik terluas dan
terpercaya” Serta motto staff yaitu “Disiplin, bertanggung jawab dan
cerdas"
Dan motto ini menjadikan Print-sewu selalu memberikan yang terbaik untuk para custemer dan pelanggan setianya.
Visi dan Misi Percetakan Print-sewu Group (Raput creativa)
Visi : Menjadi perusahaan
industri percetakan dan suplier alat tulis dan perlengkapan kantor terbesar di lampung pada
tahun 2026
Misi : Membangun sistem manajerial perusahaan yang mapan, Senantiasa memberikan
layanan dengan kualitas produk terbaik [Best Quality] dan harga terbaik [Best
Price], Membangun jaringan pasar nasional, Menciptakan kondisi kerja yang aman,
nyaman, tertib, dan teratur.
Keuntungan menjadi mitra Print-sewu Group (Raput creativa) adalah :
·
Pelayanan yang memuaskan
·
Kualitas hasil cetakan
·
Harga yang kompetitif
·
Ketepatan dan kecepatan waktu
·
Mendapatkan ide dan inspirasi
dari tim kreatif kami
·
Demikian lah gambaran dari perusahaan print-sewu group (
Raput Creativa )
BAB III
3.1 Profil Industri /
Perusahaan
Profil
Industri / Perusahaan
PRINT-SEWU
Gambar
3.1. profil industri PRINT-SEWU
3.2 Letak Geografis
Letak Geografis PRINSEWU
Gambar 3.2. Denah lokasi PRINT-SEWU
3.3 Struktur Industri
Struktur Organisasi
PRINTSEWU
Gambar 3.3. Struktur Organisasi PRINT-SEWU
3.4 Tata Letak Industri ( Layout Indsutri )
Lay
Out
PRINT-SEWU
Gambar 3.4. lay out PRINT-SEWU
BAB V
PEMBAHASAN
4.1 Komponen Utama
Kaos Sablon
Kaos sablon adalah kaos
yang permukaannya telah diberi gambar, teks, atau desain visual lain melalui proses
pencetakan khusus yang dikenal sebagai teknik sablon atau screen
printing.Secara umum, pengertian kaos sablon merujuk pada hasil akhir dari
sebuah proses, yaitu:
· Proses Pencetakan: Kaos sablon dibuat
melalui proses pemindahan tinta atau bahan pencetak khusus ke permukaan kain
kaos. Tujuan: Untuk menghasilkan kaos dengan desain visual yang unik, menarik,
dan tahan lama.
· Metode Utama Sablon Kaos
· Definisi kaos sablon kini mencakup dua
kategori metode utama, seiring dengan perkembangan teknologi:
· Konvensional (Manual) Screen Printing (Cetak Saring), menggunakan tinta Rubber, Plastisol, atau Discharge. Menggunakan layar (screen) dan rakel (penarik tinta) sebagai stensil untuk menekan tinta secara manual melalui pola desain ke permukaan kaos.
· Digital
DTG (Direct to Garment), DTF (Direct to Film), atau Sublimasi. Menggunakan
printer khusus untuk mencetak desain langsung dari komputer ke kaos (DTG) atau
ke media transfer film (DTF) sebelum direkatkan dengan mesin heat press.
· Pada intinya, kaos sablon adalah kaos yang
desainnya dicetak secara permanen pada permukaannya, baik menggunakan media
cetak manual (screen) maupun teknologi cetak digital (printer).
4.2
Peralatan kerja
Peralatan
Utama (Mesin):
1)
Printer DTF Khusus (atau
Modifikasi)
Digunakan untuk mencetak
desain langsung ke atas Transfer Film PET. Printer ini menggunakan tinta khusus
DTF dan biasanya dilengkapi dengan saluran tinta putih.Contohnya sering
menggunakan printer desktop yang dimodifikasi (misalnya basis Epson L1800 atau
L805 untuk ukuran A4/A3) atau mesin DTF roll-to-roll untuk produksi skala
besar.
2)
Mesin Curing / Pemanas
Bubuk Lem (Shaker atau Oven)
Alat ini berfungsi untuk melelehkan dan
memanaskan bubuk lem (Hot Melt Powder) yang sudah ditaburkan di atas cetakan
film. Untuk skala kecil/pemula, bisa menggunakan oven khusus atau bahkan Heat
Press (dengan teknik hovering/tidak menekan). Untuk skala industri, menggunakan
mesin shaker yang otomatis menabur dan memanaskan bubuk lem.
3)
Mesin Heat Press (Mesin Press Panas)
Alat
paling penting untuk mentransfer desain dari film ke permukaan kaos menggunakan
panas dan tekanan tinggi. Tersedia dalam berbagai model (Clamshell, Swing Away,
Sliding) dan ukuran (misalnya 38x38 cm atau 40x60 cm).
4)
Bahan Habis Pakai
(Consumables):
Tinta
tekstil berbasis pigmen yang diformulasikan khusus untuk metode DTF. Meliputi
tinta warna CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black) dan tinta Putih (WW) yang
berfungsi sebagai lapisan dasar dan perekat.
5)
Film Transfer PET (PET
Film)
Media
plastik khusus tempat desain dicetak. Film ini tahan panas dan dirancang agar
tinta dapat melekat namun juga mudah dilepas saat proses peel (pengupasan).
Tersedia dalam bentuk lembaran (sheet) atau roll.
6)
Lem Bubuk / Perekat (Hot
Melt Powder / Adhesive Powder)
Berbentuk
serbuk halus berwarna putih yang ditaburkan di atas desain yang baru dicetak
(saat tinta masih basah). Bubuk ini akan meleleh saat dipanaskan (curing) dan
menjadi perekat kuat antara tinta dan serat kain kaos.
Perlengkapan Pendukung:
·
Komputer/Laptop dengan Software Desain Grafis (seperti Adobe
Photoshop, CorelDRAW, dll.).
·
Software RIP (Raster Image Processor): Perangkat lunak khusus
yang diperlukan untuk mengelola warna, lapisan putih, dan mengoptimalkan proses
cetak pada printer DTF.
·
Kain Teflon (Teflon Sheet) atau Kertas Silicon: Digunakan
sebagai lapisan pelindung antara elemen pemanas mesin heat press dan film/kaos
saat proses pengepresan.
·
Gunting/Cutter: Untuk memotong film hasil cetak sesuai ukuran
desain.
·
Kaos atau media lain yang akan disablon (katun, poliester,
campuran, kanvas, dll.).
·
UPS (Uninterruptible Power Supply) dan Grounding (Penting
untuk kestabilan listrik printer).
4.3
Langkah – Langkah Kerja
Proses
pembuatan kaos sablon menggunakan teknik DTF (Direct to Film) melibatkan beberapa langkah
utama, mulai dari persiapan desain hingga menjadi kaos jadi yang siap pakai.
Berikut adalah langkah-langkah lengkapnya:
Ø Tahap
1: Persiapan Desain dan Cetak
Persiapan
Desain:
·
Buat atau siapkan desain grafis di komputer menggunakan
software desain (seperti Adobe Photoshop, CorelDRAW, atau Illustrator).
·
Pastikan desain memiliki resolusi tinggi dan telah diatur
ukurannya sesuai kebutuhan cetak di kaos.
·
Gunakan software RIP (Raster Image Processor) untuk mengatur
cetakan, termasuk penempatan lapisan tinta putih sebagai dasar (white base) di
bawah lapisan warna (CMYK).
·
Penting: Desain harus dicetak dalam mode Mirror Image
(terbalik) karena akan dibalik saat proses transfer.
Cetak Desain
ke Film PET:
·
Masukkan Film Transfer PET ke dalam Printer DTF.
·
Lakukan proses cetak. Printer akan mencetak desain secara
berurutan: pertama lapisan tinta CMYK (warna) dan langsung dilanjutkan dengan
lapisan tinta Putih (White) di atasnya. Tinta putih inilah yang akan berfungsi
sebagai perekat awal dan dasar warna di kaos.
Ø Tahap
2: Aplikasi Perekat dan Pemanasan Awal (Curing)
Aplikasi Bubuk
Perekat (Hot Melt Powder):
Saat
hasil cetakan di Film PET masih basah (terutama bagian tinta putih), segera
taburi seluruh permukaan desain dengan Bubuk Perekat (Hot Melt Powder / Lem
Bubuk).
Pastikan
bubuk menempel merata di semua area tinta. Kelebihan bubuk yang tidak menempel
kemudian dibersihkan/dikibas.
Pemanasan Awal
(Curing):
Film
yang sudah ditaburi bubuk kemudian dipanaskan menggunakan mesin curing (oven
khusus) atau heat press (tanpa tekanan/teknik hovering).
Pemanasan
ini bertujuan untuk melelehkan bubuk perekat menjadi lapisan gel/film padat
yang menyatu dengan tinta. Proses ini disebut curing.
Film
yang sudah di-curing siap untuk ditransfer ke kaos.
Ø Tahap
3: Proses Transfer ke Kaos (Pressing)
Persiapan Kaos dan Pre-Press:
Siapkan
kaos di alas mesin Heat Press.
Lakukan
proses pre-press (pengepresan awal) selama beberapa detik (misalnya 5-10 detik)
untuk menghilangkan kelembapan pada kaos dan membuat permukaannya lebih rata.
Transfer Desain (Pressing Pertama):
Letakkan
Film PET yang sudah di-curing di atas kaos pada posisi yang diinginkan (sisi
tinta menghadap ke kain).
Tutup
dengan Kain Teflon atau Kertas Silicon sebagai pelindung.
Tekan
dengan mesin Heat Press pada suhu dan waktu tertentu (umumnya sekitar 150°
hingga 170° selama 10 hingga 15 detik).
Pengupasan Film (Peel):
Setelah
proses pressing selesai, angkat pelindung (Teflon/Silicon).
Biarkan
film menjadi dingin terlebih dahulu (Cold Peel) atau sedikit hangat, baru
kemudian kupas lapisan Film PET secara perlahan. Desain harus sudah menempel
sempurna di kaos.
§ Tahap
4: Finishing (Pressing Kedua/Akhir)
Pengepresan Akhir (Post-Press):
Setelah
film dikupas, tutup kembali desain yang sudah menempel di kaos dengan Kain
Teflon/Silicon atau kertas minyak.
Lakukan
pengepresan ulang selama beberapa detik (misalnya 5-10 detik) dengan suhu yang
sama.
Tujuan:
Untuk meningkatkan ketahanan, menghilangkan bekas minyak/cahaya, dan memastikan
perekat melekat sempurna ke serat kain.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari
uraian pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Sertifikat Penghargaan adalah suatu tanda atau surat
yang berisi keterangan tertulis dan tercetak
dari seseorang yang berwenang. Biasanya dokumen ini digunakan sebagai
bukti kepemilikan sebuah
prestasi.
5.2 Saran
Saran untuk sekolah
Bagi siswa siswi yang akan diterjunkan ke DU/DI untuk mengikuti kegiatan PKL, baiknya dibekali terlebih
dahulu mengenai pekerjaan yang harus
dilakukan di tempat PKL. Sehingga siswa siswi merasa siap baik secara mental maupun
fisik. Pemantauan terhadap siswa siswi yang sedang PKL maupun yang baru akan melaksanakan PKL agar lebih
ditingkatkan lagi untuk meyakinkan pihak industri terhadap
program PKL ini.
Saran untuk DU/DI
Diharapkan
hubungan antara pembimbing dan karyawan dengan siswa siswi PKL selalu terjaga keharmonisannya agar dapat tercipta
suasana kerja sama yang baik. Untuk para karyawan lebih ditingkatkan lagi motivasi dan kedisiplinannya
dalam bekerja.
Saran untuk peserta PKL
Kepada
para peserta PKL agar mempersiapkan diri dengan menguasai pelajaran yang akan diterapkan dalam
industri, agar memudahkan dalam melakukan praktik kerja lapangan
di industri. Jagalah nama
baik diri dan nama baik sekolah. Gunakan waktu sebaik mungkin, tetaplah semangat
dan jangan menyerah.
DAFTAR PUSTAKA
·
Akbar, A. A. M. (2022).
Implementasi Teknik Cetak Sablon Metode DTF Pada Kaus Dengan Desain Ilustrasi
Bertema Budaya Betawi. (Tugas Akhir). Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta.
·
Kurniawan, B., dkk. (2023).
Meningkatkan Kreativitas Usaha Sablon Baju DTF (Direct Transfer Film) di Desa
Cikoneng. ULINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1).
·
Guntarayana, I., Diantanti, N.
P., & Iswahyudi, D. (2024). Analisa Metode Produksi Sablon: Perbandingan
Efisiensi dan Kualitas Antara Sablon Manual dan Sablon DTF. Journal of
International Multidisciplinary Research, 2(7).
·
Setyono, D. E. D., dkk. (2023).
Penerapan Motif Kuda Laut Sebagai Inspirasi Motif Sablon DTF (Direct Transfer
Film) Pada T-shirt. Journal of Fashion & Textile Design Unesa, 1(2).
·
Texco.co.id. (2024). 8 Langkah
Mudah Proses Sablon DTF.
·
SablonManual.id. (2024). Teknik
Sablon DTF: Inovasi yang Mengubah Industri Sablon Kaos, Begini Cara Kerjanya!.
·
Menyablon kaos menggunakan DTF
LAMPIRAN
|
|
||
|
Gambar 1.1 Proses print ke PET |
||
|
|
||
|
Gambar 1.2 proses penaburan bubuk perekat |
||
|
|
||
|
Gambar 1.3 Proses pemanasan awal ( Curing ) |
||
|
|
||
|
Gambar 1.4 Proses transfer ke kaos ( Pressing ) |
||
|
|
||
|
Gambar 2.1 Jurnal kegiatan
|
|
|
|
|