Breaking News

Rabu, 17 Juni 2026

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN JURUSAN DKV

 

                                                MENYABLON KAOS MENGGUNAKAN DTF

                         LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

Sebagai salah satu syarat

Untuk mengikuti Uji Kompetensi Keahlian

 


 

Oleh :

 

Nama                     : Girza Zaki Amrulloh

NIS/NISN               : 0082375574

Kelas                      : XII DKV

 

KOMPETENSI KEAHLIAN

DESAINT KOMUNIKASI VIRTUAL

SMK N PAGELARAN UTARA

TAHUN 2025

 

 

LEMBAR PENGESAHAN

 

 

Disusun oleh :

Nama                          : Girza Zaki Amrulloh

NIS/NISN                   : 0082375574

Kelas                           : XII DKV

Tempat PKL               : PRINT-SEWU

 

Siswa tersebut benar adanya telah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan(PKL.) di PRINTSEWU

selama 4 bulan, mulai dari 14 Juli 2025 hingga 14 November 2025.

 

Disahkan Oleh ;

 

Pembimbing                                                                                                                                                             Kepala Kompetensi Keahlian

 

 

 

 

 

Susanto S.Kom.,Gr.,M.Pd                                                               Susanto S.Kom.,Gr.,M.Pd

NIP. 199303092024211009                                                                 NIP. 199303092024211009

 

 

Mengetahui :

Kepala SMK N PAGELARAN UTARA

 

 

 

 

Alhadi Nurkhalis Akhyar S.Pd., Gr.

NIP. 198903022020121007

 

 

HALAMAN PENGUJI

LAPORAN KERJA LAPANGAN

DI PRINTSEWU

 

 

 

Telah diuji dan disetujui sebagai laporan PKL

Tanggal :

 

 

MENYETUJUI;

 

Penguji I                                                                                              Penguji II

 

 

 

……………………………                                                                ..…………………….........


 

DAFTAR ISI

 

SAMPUL DEPAN/SAMPUL JUDUL....................................

 

HALAMAN PENGUJI........................................................................

 

LEMBAR PENGESAHAN.....................................................

 

DAFTAR ISI..........................................................................

 

KATA PENGANTAR.............................................................

 

BAB I. PENDAHULUAN.......................................................

      1.1. Latar Belakang..........................................................................

      1.2. Tujuan PKL...............................................................................

      1.3. Waktu dan Tempat Pelaksanaan................................................

      1.4. Batasan Masalah........................................................................

 

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA.............................................

 

BAB III. GAMBARAN UMUM INDUSTRI..........................

      2.1. Profil Industri/Perusahaan.........................................................

      2.2. Letak Geografis.........................................................................

      2.3. Struktur Organisasi....................................................................

      2.4. Tata Letak Industri (Layout Industri)........................................

 

BAB IV. PEMBAHASAN.......................................................

     3.1. Komponen Utama (Sesuaikan dengan Judul)............................

      3.2. Peralatan Kerja..........................................................................

      3.3. Langkah - Langkah Kerja.................................................

 

BAB V. PENUTUP.................................................................

      4.1. Kesimpulan................................................................................

      4.2. Saran..........................................................................................

 

DAFTAR PUSTAKA..............................................................

 

LAMPIRAN...........................................................................

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

 

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah atas ke hadirat ALLAH SWT. Yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, Sehingga penulis dapat mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan menyelesaikan “LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) DI PRINT-SEWU” dengan baik.

 

Dalam menyelesaikan laporan ini, tidak terlepas dari bimbingan semua pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu dalam menyelesaikan laporan in, terutama kepada :

 

1.     Terima kasih kepada Allah Swt. yang selalu mendukung dan membantu jalannya praktik kerja lapangan ( PKL ) ini menjadi lebih baik.

2.     Yth. Bapak Alhadi Nurkhalis Akhyar S.Pd., Gr selaku PLT / kepala sekolah Smkn Pagelaran Utara.

3.     Yth. Bapak Susanto S.kom., Gr., selaku guru pembimbing praktik kerja lapangan ( PKL).

4.     Yth, Solihin Satria Jati Wibowo S.Kom selaku kepala toko print-sewu

5.     Yth, Bapak / Ibu dirumah yang selalu mendukung jalannya kegiatan selama praktik kerja lapangan ( PKL ).

6.     Terima kasih untuk teman - teman yang sudah membantu dan menolong, selama berjalannya kegiatan praktik kerja lapangan ( PKL ) ini.

.

 

 

 

 

 

Fajar Mulya, 10 Oktober 2025

Penulis :

 

 

Girza Zaki Amrulloh

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Menjelaskan pentingnya Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai jembatan teori dan praktik di dunia industri.

Menjelaskan perkembangan industri clothing dan sablon kaos di Indonesia yang menuntut kualitas dan efisiensi.

Menyebutkan alasan pemilihan lokasi PKL ( Printsewu ) sebagai tempat untuk mempelajari teknik sablon secara mendalam (misalnya: sablon manual tinta rubber dan plastisol).

 

1.2  Tujuan Pelaksanaan PKL

Meningkatkan keterampilan praktik dalam seluruh tahapan proses menyablon kaos, mulai dari pra-cetak hingga finishing.

Menganalisis dan memahami prosedur operasional standar (POS) yang diterapkan oleh Printsewu ( Raput Creativa ) .

Mengidentifikasi jenis-jenis cacat (defect) pada hasil sablon dan upaya pengendalian kualitas yang dilakukan.

Memenuhi salah satu syarat kelulusan/kurikulum pendidikan ( SMKN PAGELARAN UTARA ).

 

1.3  Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Senin, 14 juni 2025, dan selesai pada hari Jum'at, 14 November 2025, Di Print-Sewu   Waktu pelaksaan praktek kerja lapangan ( PKL ), jatuh pada hari Sabtu.

 

1.4  Batasan Masalah

Bagi Penulis: Memperoleh pengalaman kerja nyata, mengaplikasikan teori, dan meningkatkan kompetensi teknis menyablon.

Bagi Perusahaan ( Prinsewu Printing ): Memberikan masukan konstruktif dan bantuan tenaga kerja selama periode PKL.

Bagi Sekolah: Sebagai bahan evaluasi kurikulum dan referensi bagi mahasiswa/siswa berikutnya.


 

BAB II

 

TINJAUAN PUSTAKA

   PRINT-SEWU   merupakan industri yang bergerak di Bidang Digital Printing Bertempat di jalan imam Bonjol depan Pasar Baru Pajaresuk Pringsewu. Sebagai sebuah industri yang bergerak bidang percetakan Printsewu   memusatkan perhatian pada pasar lokal di kota pringsewu dan sekitamya Selain itu, lebih luas PRINTSEWU   memiliki target pasar ke seluruh penjuru provinsi Lampung.

   Tanggal 16 April 2017 menjadi awal tercetusnya nama Percetakan Print-sewu. Penggunaan nama PRINT yang berarti cetak dan SEWU yang berarti seribu merupakan sebuah doa bahwasanya percetakan ini kelak akan menghasilkan banyak cetakan dan pundipundi rupiah.

   Print-sewu   juga sangat dekat dangan nama kota dakat Pringsewu. Penamaan tersebut sengaja dipilih agar orang mudahmengingat percetakan ini. Latar belakang terbentuknya Print-sewu diantaranya, keterbutuhan masyarakat akan percetakan yang murah tapi berkualitas, sehingga tujuan utama dibentuknya percetakan ini adalah untuk mensejahterakan semua stake holder yang terlibat didalam-nya. 

   Printsewu   juga memiliki motto “terbaik terluas dan terpercaya” Serta motto staff yaitu “Disiplin, bertanggung jawab dan cerdas"

Dan motto ini menjadikan Print-sewu   selalu memberikan yang terbaik untuk para custemer dan pelanggan setianya. 

Visi dan Misi Percetakan Print-sewu Group (Raput creativa)

Visi : Menjadi perusahaan industri percetakan dan suplier alat tulis dan perlengkapan kantor    terbesar di lampung pada tahun 2026

Misi : Membangun sistem manajerial perusahaan yang mapan, Senantiasa memberikan layanan dengan kualitas produk terbaik [Best Quality] dan harga terbaik [Best Price], Membangun jaringan pasar nasional, Menciptakan kondisi kerja yang aman, nyaman, tertib, dan teratur.

 

Keuntungan menjadi mitra Print-sewu Group (Raput creativa)  adalah :

·       Pelayanan yang memuaskan

·       Kualitas hasil cetakan

·       Harga yang kompetitif

·       Ketepatan dan kecepatan waktu

·       Mendapatkan ide dan inspirasi dari tim kreatif kami

·       Demikian lah gambaran dari perusahaan print-sewu group ( Raput Creativa )

    

BAB III

GAMBARAN UMUM INDUSTRI

 

3.1 Profil Industri / Perusahaan

                                Profil Industri / Perusahaan

                                            PRINT-SEWU

 

Gambar 3.1. profil industri PRINT-SEWU

 

 

3.2 Letak Geografis

 

Letak Geografis PRINSEWU

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

Gambar 3.2. Denah lokasi PRINT-SEWU

 

 

 

 

 

 

3.3 Struktur Industri

 

 

Struktur Organisasi


PRINTSEWU

 

 

                                  Gambar 3.3. Struktur Organisasi PRINT-SEWU

 

 

 

 

 

3.4 Tata Letak Industri ( Layout Indsutri )

                                                                 Lay Out

                                                           PRINT-SEWU


 

                                     Gambar 3.4. lay out PRINT-SEWU

 

 

BAB V

PEMBAHASAN

 

4.1  Komponen Utama

Kaos Sablon

Kaos sablon adalah kaos yang permukaannya telah diberi gambar, teks, atau     desain visual lain melalui proses pencetakan khusus yang dikenal sebagai teknik sablon atau screen printing.Secara umum, pengertian kaos sablon merujuk pada hasil akhir dari sebuah proses, yaitu:

·       Proses Pencetakan: Kaos sablon dibuat melalui proses pemindahan tinta atau bahan pencetak khusus ke permukaan kain kaos. Tujuan: Untuk menghasilkan kaos dengan desain visual yang unik, menarik, dan tahan lama.

·       Metode Utama Sablon Kaos

·       Definisi kaos sablon kini mencakup dua kategori metode utama, seiring dengan perkembangan teknologi:

·       Konvensional (Manual)  Screen Printing (Cetak Saring), menggunakan tinta Rubber, Plastisol, atau Discharge.  Menggunakan layar (screen) dan rakel (penarik tinta) sebagai stensil untuk menekan tinta secara manual melalui pola desain ke permukaan kaos. 

·       Digital  DTG (Direct to Garment), DTF (Direct to Film), atau Sublimasi. Menggunakan printer khusus untuk mencetak desain langsung dari komputer ke kaos (DTG) atau ke media transfer film (DTF) sebelum direkatkan dengan mesin heat press.

·       Pada intinya, kaos sablon adalah kaos yang desainnya dicetak secara permanen pada permukaannya, baik menggunakan media cetak manual (screen) maupun teknologi cetak digital (printer).

 

4.2  Peralatan kerja

Peralatan Utama (Mesin):

1)    Printer DTF Khusus (atau Modifikasi)

 

Digunakan untuk mencetak desain langsung ke atas Transfer Film PET. Printer ini menggunakan tinta khusus DTF dan biasanya dilengkapi dengan saluran tinta putih.Contohnya sering menggunakan printer desktop yang dimodifikasi (misalnya basis Epson L1800 atau L805 untuk ukuran A4/A3) atau mesin DTF roll-to-roll untuk produksi skala besar.

 

2)    Mesin Curing / Pemanas Bubuk Lem (Shaker atau Oven)

 

Alat ini berfungsi untuk melelehkan dan memanaskan bubuk lem (Hot Melt Powder) yang sudah ditaburkan di atas cetakan film. Untuk skala kecil/pemula, bisa menggunakan oven khusus atau bahkan Heat Press (dengan teknik hovering/tidak menekan). Untuk skala industri, menggunakan mesin shaker yang otomatis menabur dan memanaskan bubuk lem.

 

3)    Mesin Heat Press (Mesin Press Panas)

Alat paling penting untuk mentransfer desain dari film ke permukaan kaos menggunakan panas dan tekanan tinggi. Tersedia dalam berbagai model (Clamshell, Swing Away, Sliding) dan ukuran (misalnya 38x38 cm atau 40x60 cm).

 

4)    ​Bahan Habis Pakai (Consumables):

Tinta tekstil berbasis pigmen yang diformulasikan khusus untuk metode DTF. Meliputi tinta warna CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black) dan tinta Putih (WW) yang berfungsi sebagai lapisan dasar dan perekat.

 

5)    ​Film Transfer PET (PET Film)

Media plastik khusus tempat desain dicetak. Film ini tahan panas dan dirancang agar tinta dapat melekat namun juga mudah dilepas saat proses peel (pengupasan). Tersedia dalam bentuk lembaran (sheet) atau roll.

 

6)    ​Lem Bubuk / Perekat (Hot Melt Powder / Adhesive Powder)

Berbentuk serbuk halus berwarna putih yang ditaburkan di atas desain yang baru dicetak (saat tinta masih basah). Bubuk ini akan meleleh saat dipanaskan (curing) dan menjadi perekat kuat antara tinta dan serat kain kaos.

 

Perlengkapan Pendukung:

 

·       Komputer/Laptop dengan Software Desain Grafis (seperti Adobe Photoshop, CorelDRAW, dll.).

·       Software RIP (Raster Image Processor): Perangkat lunak khusus yang diperlukan untuk mengelola warna, lapisan putih, dan mengoptimalkan proses cetak pada printer DTF.

·       Kain Teflon (Teflon Sheet) atau Kertas Silicon: Digunakan sebagai lapisan pelindung antara elemen pemanas mesin heat press dan film/kaos saat proses pengepresan.

·       Gunting/Cutter: Untuk memotong film hasil cetak sesuai ukuran desain.

·       Kaos atau media lain yang akan disablon (katun, poliester, campuran, kanvas, dll.).

·       UPS (Uninterruptible Power Supply) dan Grounding (Penting untuk kestabilan listrik printer).

 

4.3  Langkah – Langkah Kerja

Proses pembuatan kaos sablon menggunakan teknik DTF (Direct to Film)                 melibatkan beberapa langkah utama, mulai dari persiapan desain hingga menjadi kaos jadi yang siap pakai.

 

Berikut adalah langkah-langkah lengkapnya:

 

Ø  Tahap 1: Persiapan Desain dan Cetak

Persiapan Desain:

·       Buat atau siapkan desain grafis di komputer menggunakan software desain (seperti Adobe Photoshop, CorelDRAW, atau Illustrator).

·       Pastikan desain memiliki resolusi tinggi dan telah diatur ukurannya sesuai kebutuhan cetak di kaos.

·       Gunakan software RIP (Raster Image Processor) untuk mengatur cetakan, termasuk penempatan lapisan tinta putih sebagai dasar (white base) di bawah lapisan warna (CMYK).

·       Penting: Desain harus dicetak dalam mode Mirror Image (terbalik) karena akan dibalik saat proses transfer.

 

Cetak Desain ke Film PET:

 

·       Masukkan Film Transfer PET ke dalam Printer DTF.

·       Lakukan proses cetak. Printer akan mencetak desain secara berurutan: pertama lapisan tinta CMYK (warna) dan langsung dilanjutkan dengan lapisan tinta Putih (White) di atasnya. Tinta putih inilah yang akan berfungsi sebagai perekat awal dan dasar warna di kaos.

 

Ø  Tahap 2: Aplikasi Perekat dan Pemanasan Awal (Curing)

 Aplikasi Bubuk Perekat (Hot Melt Powder):

Saat hasil cetakan di Film PET masih basah (terutama bagian tinta putih), segera taburi seluruh permukaan desain dengan Bubuk Perekat (Hot Melt Powder / Lem Bubuk).

Pastikan bubuk menempel merata di semua area tinta. Kelebihan bubuk yang tidak menempel kemudian dibersihkan/dikibas.

 Pemanasan Awal (Curing):

Film yang sudah ditaburi bubuk kemudian dipanaskan menggunakan mesin curing (oven khusus) atau heat press (tanpa tekanan/teknik hovering).

Pemanasan ini bertujuan untuk melelehkan bubuk perekat menjadi lapisan gel/film padat yang menyatu dengan tinta. Proses ini disebut curing.

Film yang sudah di-curing siap untuk ditransfer ke kaos.

 

Ø  Tahap 3: Proses Transfer ke Kaos (Pressing)

Persiapan Kaos dan Pre-Press:

Siapkan kaos di alas mesin Heat Press.

Lakukan proses pre-press (pengepresan awal) selama beberapa detik (misalnya 5-10 detik) untuk menghilangkan kelembapan pada kaos dan membuat permukaannya lebih rata.

 

Transfer Desain (Pressing Pertama):

Letakkan Film PET yang sudah di-curing di atas kaos pada posisi yang diinginkan (sisi tinta menghadap ke kain).

Tutup dengan Kain Teflon atau Kertas Silicon sebagai pelindung.

Tekan dengan mesin Heat Press pada suhu dan waktu tertentu (umumnya sekitar 150° hingga 170° selama 10 hingga 15 detik).

 

Pengupasan Film (Peel):

            Setelah proses pressing selesai, angkat pelindung (Teflon/Silicon).

Biarkan film menjadi dingin terlebih dahulu (Cold Peel) atau sedikit hangat, baru kemudian kupas lapisan Film PET secara perlahan. Desain harus sudah menempel sempurna di kaos.

§  Tahap 4: Finishing (Pressing Kedua/Akhir)

Pengepresan Akhir (Post-Press):

Setelah film dikupas, tutup kembali desain yang sudah menempel di kaos dengan Kain Teflon/Silicon atau kertas minyak.

Lakukan pengepresan ulang selama beberapa detik (misalnya 5-10 detik) dengan suhu yang sama.

Tujuan: Untuk meningkatkan ketahanan, menghilangkan bekas minyak/cahaya, dan memastikan perekat melekat sempurna ke serat kain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

 

          Dari uraian pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Sertifikat Penghargaan adalah suatu tanda atau surat yang berisi keterangan tertulis dan tercetak dari seseorang yang berwenang. Biasanya dokumen ini digunakan sebagai bukti kepemilikan sebuah prestasi.

 

5.2 Saran

 

Saran untuk sekolah

                      Bagi siswa siswi yang akan diterjunkan ke DU/DI untuk mengikuti kegiatan PKL, baiknya dibekali terlebih dahulu mengenai pekerjaan yang harus dilakukan di tempat PKL. Sehingga siswa siswi merasa siap baik secara mental maupun fisik. Pemantauan terhadap siswa siswi yang sedang PKL maupun yang baru akan melaksanakan PKL agar lebih ditingkatkan lagi untuk meyakinkan pihak industri terhadap program PKL ini.

Saran untuk DU/DI

                       Diharapkan hubungan antara pembimbing dan karyawan dengan siswa siswi PKL selalu terjaga keharmonisannya agar dapat tercipta suasana kerja sama yang baik. Untuk para karyawan lebih ditingkatkan lagi motivasi dan kedisiplinannya dalam bekerja.

Saran untuk peserta PKL

                       Kepada para peserta PKL agar mempersiapkan diri dengan menguasai pelajaran yang akan diterapkan dalam industri, agar memudahkan dalam melakukan praktik kerja lapangan di industri. Jagalah nama baik diri dan nama baik sekolah. Gunakan waktu sebaik mungkin, tetaplah semangat dan jangan menyerah.


DAFTAR PUSTAKA

 

 

·       Akbar, A. A. M. (2022). Implementasi Teknik Cetak Sablon Metode DTF Pada Kaus Dengan Desain Ilustrasi Bertema Budaya Betawi. (Tugas Akhir). Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta.

 

·       Kurniawan, B., dkk. (2023). Meningkatkan Kreativitas Usaha Sablon Baju DTF (Direct Transfer Film) di Desa Cikoneng. ULINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1).

 

·       Guntarayana, I., Diantanti, N. P., & Iswahyudi, D. (2024). Analisa Metode Produksi Sablon: Perbandingan Efisiensi dan Kualitas Antara Sablon Manual dan Sablon DTF. Journal of International Multidisciplinary Research, 2(7).

 

·       Setyono, D. E. D., dkk. (2023). Penerapan Motif Kuda Laut Sebagai Inspirasi Motif Sablon DTF (Direct Transfer Film) Pada T-shirt. Journal of Fashion & Textile Design Unesa, 1(2).

 

·       Texco.co.id. (2024). 8 Langkah Mudah Proses Sablon DTF.

 

·       SablonManual.id. (2024). Teknik Sablon DTF: Inovasi yang Mengubah Industri Sablon Kaos, Begini Cara Kerjanya!.

 

·       Menyablon kaos menggunakan DTF

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

 

·       Photo kegiatan & jurnal

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1.1 Proses print ke PET

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1.2 proses penaburan bubuk perekat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1.3 Proses pemanasan awal ( Curing )

Gambar 1.4 Proses transfer ke kaos ( Pressing )

 

Gambar 2.1 Jurnal kegiatan

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.2 Jurnal kegiatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Susanto,S.Pd.I.,S.Kom.